Tampilkan postingan dengan label pentingnya sempoa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pentingnya sempoa. Tampilkan semua postingan

Hidup itu adalah pilihan


Hidup ini adalah milik kita, kita yang akan menentukan kemana kita akan membawa hidup kita dan masa depan kita.
Banyak orang tua yang bingung dengan nasib anak mereka nantinya, mereka bingung "mau jadi apa nantinya anakku kelak?" itulah pertanyaan terbesar bagi tiap orang tua. Masa depan itu seperti roti hamburger, kita tidak dapat memakannya sekaligus tapi sedikit-demi sedikit. Untuk itulah sangat penting kiranya kita membekali anak kita dengan berbagai ketrampilan. Untuk masa depan yang tidak pasti nantinya, ketrampilan dalam bertahan hidup sangatlah penting.
Saya ingat sekali ketika saya melamar pekerjaan, bukan ijasah atau nilai yang ditanyakan, tapi "KAMU BISA APA".
Dewasa ini banyak sekali perusahaan yang membutuhkan orang yang punya ketrampilan dibandingkan orang yang punya nilai tinggi.
Untuk itu janganlah salah memilih pendidikan, yang terpenting 'SENANGILAH, MAKA KESUKSESAN AKAN MENGIKUTI"

Saya sering ketemu orang, dan sering saya menanyakan alasan mereka mengambil kuliah jurusan tersebut, dan sering saya mendapat jawaban bahwa mereka salah mengambil jurusan. rata-rata mereka mengambil jurusan karena menuruti kemauan orang tuanya. sungguh kasian.
Pada saat anak kita remaja kita tidak memaksakan keinginan kita, tapi saat mereka masih kecil kita bisa mengarahkan hidup mereka, dan membekali hidup mereka dengan berbagai ketrampilan, salah satunya kursus sempoa.

Mengapa Anak perlu Belajar SEMPOA

Teknologi berhitung boleh semakin canggih, tetapi ada warisan lama yang justru semakin digali orang. Sempoa adalah contohnya.
Metode berhitung dengan sempoa telah diterima di dunia internasional sebagai salah satu alternatif mengoptimalkan kerja otak.
Dengan sempoa, otak kiri dilatih dengan logika sempoa, sedang otak kanan dilatih imajinasi pergerakan biji-biji sempoa.


Sempoa sistem 1-4 atau sempoa Jepang (soroban) merupakan sistem desimal murni yang hanya terdiri dari 2 baris manik-manik. Baris bagian atas terdiri dari 1 baris manik-manik dan baris bagian bawah terdiri dari 4 baris manik-manik. Ada juga soroban dengan 5 baris manik-manik pada setiap kolom. 
Baris manik-manik bagian atas (sebuah manik-manik per batang) bernilai 5, sedangkan manik-manik bagian bawah (4 manik-manik per batang) bernilai 1. Garis tengah di antara kelompok manik-manik tersebut disebut “garis nilai”. Pada kondisi nol, tidak ada manik-manik yang menempel pada garis nilai. Batang sempoa pada posisi paling kanan bernilai satuan, dengan batang di sebelah kirinya bernilai puluhan, ratusan, dan begitu seterusnya ke arah kiri.
Soroban diajarkan di sekolah dasar di Jepang sebagai bagian dari pelajaran operasi operasi aritmatik untuk memperlihatkan bilangan desimal secara visual. Pada waktu belajar menghitung dengan soroban di kelas, guru biasanya memberi instruksi penambahan atau pengurangan dengan bernyanyi.
Sempoa  awalnya berkembang di daratan cina. Tidaklah salah nabi memerintahkan ‘tuntutlah ilmu sekalipun sampai di negeri Cina. Kini, anak-anak tidak usah jauh-jauh pergi ke negeri Cina, karena salah satu ilmu pengetahuan dari cina telah dipelajari mulai dari pra-sekolah. Dengan latihan yang efektif akan terbentuk mental aritmatika, terbentuknya mental aritmatika inilah yang menjadi muara akhir belajar Sempoa Mental Aritmatika.